Rabu, 09 Oktober 2013

tugas 2 bahasa indonesia


TUGAS  2 :
INDAH WARTIANI PUTRI
13111576
3KA41

Bahasa Indonesia
Bila kita berbicara tentang bahasa dan kita, pertama kita harus mengetahui apa arti dari bahasa itu sendiri dan pengaruh bahasa bagi kita. Dalam arti yang sangat singkat, bahasa adalah alat atau sarana untuk berkomunikasi. Bahasa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem lambang bunyi arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri. Dimana pelaku/pengguna bahasa adalah kita sendiri dan sangat berpengaruh dalam kehidupan kita.

Beralih ke penggunaan bahasa di setiap bangsa atau negara, bahasa mengambil peran yang sangat penting dan merupakan identitas suatu bangsa. Seperti di negara kita, Indonesia mempunyai banyak bahasa, yang semakin memperjelas identitas negara kita dengan negara lain, tetapi bahasa yang dapat menyatukan masyarakat Indonesia sendiri dan telah di akui sebagai bahasa nasional pada saat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 adalah bahasa Indonesia.
Sebagai bahasa nasional dan juga sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia wajib digunakan dalam segala kegiatan resmi kenegaraan. Demikian pula di semua jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi, bahasa Indonesia dijadikan sebagai bahasa pengantar. Hal itu dimaksudkan agar bahasa Indonesia dapat berkembang secara wajar di tengah masyarakat pemakainya. Selain itu, upaya tersebut diharapkan pula dapat menjadi perekat persatuan suku yang ribuan jumlahnya ini menjadi satu bangsa yang besar yakni, bangsa Indonesia.
Kecenderungan mengunggulkan identitas asing akhir-akhir ini telah menjadi-jadi, tidak terkecuali bahasa. Hampir setiap gedung-gedung megah di Indonesia, terpampang tulisan-tulisan asing sebagai lambang kemodernan, sedangkan pemakai bahasa Indonesia dianggap kampungan atau tidak keren dan telah ketinggalan zaman. Sikap yang demikian ini tentu akan melunturkan citra dan identitas bangsa.

  Akhir-akhir ini, Bahasa Indonesia banyak mengalami penambahan begitu banyak kosakata. Apakah datang dari bahasa daerah, dari bahasa gaul anak baru gede (ABG) seperti bahasa alay, atau bahkan yang datang dari luar Indonesia.  Banyak yang merasa prihatin dan menganggap kosakata baru tesebut merusak bahasa bakunya. Hal tersebut tentu saja sulit dielakkan mengingat teknologi informasi yang sudah sangat terbuka sekarang ini dan tentu saja aliran informasi yang “bersliweran” tersebut akan saling mempengaruhi.
Terlepas merusak bahasa baku atau tidak, istilah dan kosakata baru (gaul) semakin memperkaya khasanah bahasa Indonesia. Para pengguna Bahasa Indonesia harus mampu membedakan antara yang baku dan yang berkembang. Kita semua tahu bahwa bahasa Indonesia telah memiliki format yang baik dan benar. Namun tak bisa “dipungkiri”, akibat perubahan jaman yang begitu cepat melesat, munculah istilah-istilah baru. Entah siapa yang menciptakan dan mempopulerkan, tiba-tiba saja kita sering diperdengarkan oleh kosakata-kosakata yang tidak pernah kita dengar sebelumnya yang dikenal sebagai bahasa alay oleh kalangan remaja

Solusi:
Dalam komunikasi antar manusia, yang dibutuhkan bukanlah bahasa gaul, atau bahasa alay, melainkan bahasa yang wajar dan mudah dipahami oleh komunikan, dan komunikatornya.
Biasanya bahasa alay akan mengalami masa “pasang-surut”, tiap generasi memiliki selera dan dinamikanya sendiri, tidak perlu dipersoalkan secara serius sebagai sebuah ancaman rusaknya tatanan bahasa, karena hanya bersifat sementara, datang dan pergi dan selalu akan begitu.
Bahasa gaul dan bahasa alay hanya digunakan sebagai bahasa komunitas kaum muda usia yang mencoba membangun solidaritas dan bertahan ditengah-tengah jaman yang semakin cepat berlari. Namun Posisi Bahasa Indonesia dalam hal ini tidak dapat digantikan karena merupakan bahasa Nasional.

Sebagai genenerasi muda bangsa Indonesia hendaknya kita lebih bangga akan bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia, karena kelak kita yang akan membawa nama baik Indonesia dikancah dunia, kita harus mampu menunjukkan citra baik, sopan, cerdas, dan berintelektual tinggi melalui bahasa kita, Bahasa Indonesia.











tugas softskill bahasa indonesia

TUGAS 1 SOFTSKILL BAHASA INDONESIA


INDAH WARTIANI PUTRI
13111576
3KA41


TUGAS 1
OPINI TENTANG OLAHRAGA BERSEPEDA
Bersepeda adalah sebuah kegiatan rekreasi atau olahraga, serta merupakan salah satu moda transportasi darat yang menggunakan sepeda. Banyak penggemar bersepeda yang melakukan kegiatan tersebut di berbagai macam medan, misalnya bukit-bukit, medan yang terjal maupun hanya sekedar berlomba kecepatan saja.Olahraga bersepeda profesional dinamakan balap sepeda.Orang yang mempergunakan sepeda sebagai moda transportasi rutin juga dapat disebut komuter.Penggunaan sepeda sebagai moda transportasi rutin tidak hanya dilakukan oleh pekerja yang bekerja di sektor non-formal, tetapi juga dilakukan oleh pekerja yang bekerja di sektor formal.Para pekerja di sektor formal yang menggunakan sepeda sebagai moda transportasi rutin ini sebagian besar tergabung dalam komunitas pekerja bersepeda atau yang dikenal dengan nama Bike To Work Indonesia (B2W Indonesia).Selain para pekerja, sepeda juga banyak digunakan oleh anak sekolah. Selain karena menggunakan sepeda tidak membutuhkan biaya tambahan, bersepeda juga dapat dilakukan di jalan yang kurang bagus sekalipun. Bersepeda bagi anak sekolah juga dapat mengurangi bahaya kecelakaan dalam berkendara.
Menurut saya olahraga yang sehat adalah bersepeda karena Olahraga sepeda menjadi pilihan populer banyak kalangan di negara maju dan berkembang. Tetapi sebenarnya seberapa bagus olahraga sepeda bagi kesehatan, terutama kalau anda sudah lama tidak berolahraga? Apakah renang atau gimnastik dengan keragaman fasilitasnya menjadi alternatif yang lebih baik?Kalau menghitung jumlah kalori yang terbakar, olahraga sepeda sebenarnya bukanlah pilihan yang cukup ideal.“Kalau membandingkan lari dan bersepeda dengan intensitas yang sama-sama tinggi, lari membakar lebih banyak kalori karena Anda harus memindahkan massa tubuh Anda secara terus menerus. Namun ini seperti membandingkan apel dan jeruk,” kata Profesor Jamie Timmons dari Universitas Loughborough di Inggris.Hanya membandingkan jumlah kalori yang dibakar untuk menentukan jenis olahraga yang Anda pilih tetapi mengabaikan konsekuensi olahraga tersebut bagi tubuh secara keseluruhan, tentu bukan pilihan bijak, terutama ketika Anda baru mulai lagi berolahraga.
Manfaat bersepeda yang sangat baik bagi kesehatan menjadikan bersepeda kini menjadi olahraga yang diminati oleh masyarakat. Hampir setiap pagi kita dapat melihat orang-orang berolahraga menggunakan sepeda.
  1. Bersepeda dapat membuat tubuh menjadi berenergi dan menjaga bentuk tubuh. Hal ini dikarenakan ketika kita bersepeda, kita melakukan beberapa gerakan yang dapat membentuk, mengencangkan, dan menguatkan serta mengurangi lemak pada otot paha, betis, serta panggul.
  2. Manfaat bersepeda selanjutnya adalah dapat mengurangi selulit pada paha. Bahkan gerakan bersepeda juga dapat menghilangkan stress di daerah lutut hingga pergelangan kaki seperti halnya ketika kita berjalan atau melakukan senam aerobik.
  3. Bersepeda dapat memperlancar proses sirkulasi darah kaya oksigen serta nutrisi menuju seluruh bagian otot di seluruh tubuh.
  4. Manfaat bersepeda selanjutnya adalah dapat menghindarkan kita dari berbagai serangan penyakit. Misalnya diabetes, sebab bersepeda dapat menghindarkan kita dari tekanan darah tinggi dan menurunkan berat badan.
  5. Bersepeda dapat mengurangi stress dan menjaga kesehatan jantung.

Sepeda ditemukan pertama kali pada akhir abad ke-19 di Eropa. Kemudian sepeda mulai menyebar sampai Amerika Serikat dan sekarang telah dikenal diseluruh dunia. Bersepeda dikenal sebagai salah satu jenis olahraga karena manfaat bersepeda sangat banyak bagi tubuh.
Beban sendi
Lari mungkin lebih baik untuk terus menerus menggerakkan massa tubuh. Tetapi dengan itu semua sendi di tubuh juga terus menerus akan menerima beban hentakan.Prof Timmons mengatakan itulah sebabnya bersepeda, sebagai olahraga low impact–hentakan rendah–menjadi pilihan tepat untuk mereka yang baru berolahraga kembali.Sekitar 70% berat tubuh disalurkan ke sadel dan stang sepeda ketimbang pergelangan kaki. Dan semakin berat tubuh Anda, semakin berat juga sendi Anda menerima hentakan.“Anda bisa melakukan olahraga sepeda yang intens dan menghindari cedera, karena tubuh Anda tidak menghentak ke bawah,” kata Prof Timmons.Dr Simon Kemp, dari Fakultas Olahraga dan Obat-obatan di Inggris, adalah penggemar sepeda dan mampu melakukan perjalanan panjang hingga 150 kilometer tanpa masalah.
saya mengatakan bahwa salah satu keunggulan bersepeda adalah memberi kesempatan perbaikan teknik tanpa banyak upaya. Berbeda misalnya dengan renang yang menuntut perbaikan teknik untuk bisa maksimal.“Anda bisa pulang pergi bersepeda ke tempat kerja dengan mudah. Itu intensitasnya cukup rendah hanya menggunakan sekitar 60% detak jantung.”

Selasa, 16 April 2013

Perilaku Konsumen(3)


serta mengapa permintaan untuk beberapa produk lebih sensitif dari pada produk lainnya pada perubahan harga dan pendapatan.
Cara tebaik untuk memahami perilaku konsumen adalah dengan tiga langkah yang berbeda:
1.      Preferensi konsumen: langkah pertama adalah menemukan cara yang praktis untuk menggambarkan alasan-alasan mengapa orang lebih suka satu barang daripada barang yang lain. Kita akan melihat bagaimana preferensi konsumen untuk berbagai barang dapat digambarkan secara grafik dan aljabar.
2.      Keterbatasan Anggaran: sudah pasti, konsumen juga mempertimbangkan harga oleh karena itu, dalam langkah kedua ini kita harus menyadari adanya kenyataan bahwa konsumen mempunyai keterbatasan pendapatan yang membatasi jumlah barang yang dapat mereka beli. Apa yang harus dilakukan konsumen dalam situasi seperti ini ? Kita menemukan jawaban untuk pertanyaan ini dengan mengabungkan preferensi konsumen keterbatasan anggaran dalam langkah ketiga berikut.
3.      Pilihan-pilihan konsumen: dengan mengetahui preferensi dan keterbatasan pendapat mereka, konsumen memilih utnutk membeli kombinasi barang-barang yang memaksimalkan kepuasan mereka. Kombinasi ini akan bergantung pada harga berbagai barang tersebut. Jadi, pemahaman pada pilihan konsumen akan membantu kita memahami permintaan yaitu, berapa banyak jumlah suatu barang yang dipilih konsumen untuk dibeli bergantungan pada harganya.

Ketiga langkah ini merupakan dasar dari teori konsumen, dan kita akan membahasnya secara rinci dalam tiga bagian pada bab ini. Kemudian, kita akan mengalih sejumlah aspek menarik lainnya dari perilaku konsumen sebagai contoh, kita akan melihat bagaimana seseorang dapat menentukan sifat dasar preferensi konsumen melalui pengamatan actual terhadap perilaku konsumen. Jadi, jika konsumen memilih satu barang dari barang alternatif dengan harga yang sama, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ia lebih menyukai barangyang pertama. Kesimpulan yang sama dapat diambil dari kepususan aktual yang dilakukan konsumen dalam menanggapi perubahan harga berbagai barang dan jasa yang tersedia untuk dibeli.
Pada akhir bab ini, kita akan kembali pada pembahasan tentang harga riil dan nominal yang sudah mulai kita bahas pada Bab 1. Kita melihat bahwa indeks harga konsumen dapat memberikan satu ukuran bagaimana kesejahteraan konsumen berubah sepanjang waktu. Pada bab ini, kita mempelajari lebih mendalam mengenai subjek daya beli dengan menggambarkan serangkaian indeks yang mengukur perubahan daya beli sepanjang waktu. Karen hal itu mempengaruhi manfaat dan biaya dari sejumlah program kesejahteraan sosial, indeks-indeks ini merupakan perangkat yang signifikan dalam menetapkan kebijakan pemerintah di Amerika Serikat.

Perilaku Konsumen(2)


Perilaku Konsumen
Sepuluh tahun yang lalu, General Mills memutuskan untuk memperkenalkan produk makanan pagi baru berupa serealia (cereal). Merek baru itu, apple Cinnamon Cheerios, yang menawarkan rasa lebih manis dan varian rasa yang lebih banyak daripada produk yaidu Cheerios klasik dari General Mills. Tapi sebelum apple-Cinnamon Cheerios dapat dipasarkan secara luas, perusahaan harus memecahkan suatu masalah penting: Berapa harga yang harus dibebankan untuk produk tersebut ? Bagaimanapun baiknya serealia itu, profibilitasnya akan bergantung pada penetapan harga yang dibuat perusahaan. Mengetahui bahwa konsumen akan membayar lebih tinggi untuk sebuah produk baru tidaklah cukup pertanyaannya adalah seberapa lebih tinggi harganya. Oleh karena itu, General Mills harus melakukan analisis secara hati-hati pada preverensi konsumen untuk menentukan permintaan atas Apple-Cinnamon Cheerios.
Masalah yang dihadapi General Mills dalam menentukan preverensi konsumen mencerminkan rumitnya permasalahan yang dihadapi kongres Amerika Serikat dalam mengevaluasi program Food stamps federal. Tujuan program tersebut adalah member kupon kepada rumah tangga dengan pendapatnya rendah untuk ditukar dengan makanan. Tetapi, selalu timbul masalah dalam perancangan pro-gram tersebut yang mempersulit penilaiannya. Sejauh mana kupon makanan itu akan memberi lebih banyak makanan dibandingkan dengan pemberian subsidi untuk pembelian makan yang bagai manapun juga akan mereka beli ? Dengan kata lain, apakah program itu nantinya hanya merupakan tambahan penghasilan yang sebagai besar bukan dibelanjakan untuk makanan, yang tidak akan menyelesaikan masalah nutrisi pada orang miskin ? Seperti pada contoh sereal, perlu diadakan suatu analisis tentang perilaku konsumen. Dalam hal ini, pemerintah federal harus menentukan bagaimana pembelanjaan untuk makanan, dan tidak untuk barang-barang lain, yang dipengaruhi oleh perubahan tingkat pendapatan dan harga.
Dengan memecahkan kedua masalah ini yang satu melibatkan kebijakan perusahaan dan yang lain kebijakan publik-membutuhkan pemahaman tentang teori perilaku konsumen (the theory of consumen behavior) yang menjelaskan bagaimana konsumen mengaalokasikan pendapatan mereka untuk member berbagai macan barang dan jasa.
Bagaimanakah seorang konsumen dengan pendapatan terbatas memutuskan barang dan jasa mana yang akan dibeli? Ini merupakan masalah dasar dalam ilmu mikro ekonomi salah satu hal yang kita bahas bab ini dan bab selanjutnya kita akan melihat bagaimana konsumen mengalokasikan pendapatan mereka pada barang dan menjelaskan bagaimana keputusan lokasi tersebut menentukan permintaan untuk beragam barang dan jasa. Kemudian, pemahaman tentang keputusan pembelian konsumen akan membantu kita memahami bagaimana perubahan pendapatan dan harga memengaruhi permintaan untuk barang dan jasa

Soal Essay


Soal Essay

1.     1)  Sebutkan 3 faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen:
·         Pengaruh lingkungan,terdiri dari dari budaya ,kelas sosial,keluarga dan situasi.sebagai dasar utama perilaku konsumen adalah memahami pengaruh lingkungan yang membentuk atau menghambat individu dalam mengambil keputusan berkonsumsi mereka. konsumen hidup dalam  lingkungan yang kompleks, dimana perilaku keputusan mereka dipengaruhi oleh keempat faktor tersebut.
·         Perbedaan dan pengaruh individu, terdiri dari motivasi dan ketertiban,pengetahuan,sikap,kepribadian,dan gaya hidup.
·         Proses psikologis,terdiri dari pengolahan informasi ,pembeljaran,perubahan sikap dan perilaku. Ketiga factor tersebut menambah minat utama dari penelitian konsumen sebagai factor yang turut mempengaruhi perilaku konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian.

2.      2)Titik tertinggi dari sebuah skedul guna total pengkonsumsian suatu barang dari seorang konsumen disebut:
=  Titik jenuh konsumsi