Bangsa Indonesia mempunyai kebiasaan atau bisa disebut budaya
yang tidak bisa kita tinggalkan,Bangsa kita adalah bangsa yang berbudaya.,
Budaya kesenian tradisional banyak
sekali berasal dari berbagai suku di negara kita. Tapi, ada sebuah budaya yang
tidak berasal dari suku apa-apa, yang berasal dari diri kita sendiri yaitu:
budaya terlambat biasa disebut dengan sebutan
“ ngaret”.Apakah ngaret adalah suatu budaya yang bisa kita
banggakan dan apa akibatnya jika kebiasaan ini dipelihara? Apakah budaya
terlambat sebuah bangsa menentukan cepat/lambatnya kesuksesan sebuah bangsa?
Apakah keterlembatan seseorang mempengaruhi cepat/lambatnya kesuksesan
seseorang? Lalu apakah budaya ngaret ini berkaitan dengan bagaimana seseorang
menghargai hidupnya? Apakah budaya ngaret ini juga berkaitan dengan bagaimana
seseorang menghargai waktu orang lain? Dan apakah budaya ngaret ini
berkaitan dengan bagaimana cara berpikir seseorang memandang dan menjalani
seluruh aspek hidupnya,Istilah ‘ngaret’ tampak sudah menjadi bagian dari
kehidupan kita sehari-hari. Namun kenyataannya hal tersebut tetap merugikan
kita semua. Herannya masih ada saja di antara kita yang punya hobby ngaret.
Dari berbagai level sosial, ekonomi dan pendidikan, ngaret sudah menjadi sebuah
penyakit yang tampak disukai namun juga dibenci.ada hal-hal yang
menyebabkan seorang itu TELAT/NGARET :
·
Hujan dan Banjir
·
Jalan yang
rusak,hingga memperlambatan perjalanan
·
Begadang
·
Kendaraan rusak
·
Sakit
·
Ada perbaikan
jalan
Kita dengan orang luar negeri sangatlah
berbeda jauh dengan kita,dispiln dengan waktu karna kata mereka waktu adalah
uang dan waktu itu tak akan kembali terulang lagi jadi kita harus memerhatikan
dan displin waktu,displin adalah kunci utama kesuksesan,budaya orang kita
selalu menunda menunda waktu beda dengan orang luar negeri selalu displin dan
tepat waktu,Suka tidak suka, mau tidak mau disiplin waktu adalah poin utama
agar bisa sukses memanajemen waktu.
Sayangnya seringkali didikan disiplin yang kerap diajarkan kepada kita semenjak
kecil efeknya masih kurang. Akibatnya sering saya lihat orang-orang yang ada di
lingkungan sekitar rendah sekali kesadaran dirinya atas sikap disiplin ini.ayo
kita belajar sejenak dari Bangsa Jepang. Anda tahu salah satu kunci kecepatan
pembangunan peradaban dan teknologi jepang pasca ledakan bom atom di Hiroshima
dan Nagasaki? Disiplin waktu dan
profesionalitas kerja. Lihatlah betapa kehidupan mereka sangat tertata
dan terkelola dengan sangat baik. Bahkan kalau Anda hidup di Jepang, lamanya
perjalanan menggunakan kendaraan umum sudah bisa dihitung karena ketatnya
disiplin waktu yang diterapkan dan teknologinya memadai.budaya displin
menghasilkan Negara yang maju,bisa mengatur waktu dengan semaksimal mungkin dan
baik, Oleh karena itu, alangkah baiknya
jika kita semua menanamkan prinsip tersebut dalam diri kita, khususnya dalam
hal menjadikan Bangsa Indonesia yang lebih baik dan terbaik. Hal ini cukup
menarik karena rahasia kesuksesan adalah dengan menjadikan tindakan secepatnya.
Sebelum terlarut-larut dalam kondisi, yang dirasa oleh sebagian orang belum
memuaskan, bangsa kita ini.
Mengelola waktu belajar bukan berarti
kehilangan waktu luang untuk bersenang-senang. Bukan pula berarti bahwa waktu
dalam 24 jam per hari harus dihabiskan untuk belajar. Justru sebaliknya.
Prinsip utama dari pengelolaan waktu secara efektif adalah pembagian waktu yang
efektif untuk kegiatan-kegiatan yang meliputi: waktu untuk belajar, waktu untuk
bekerja dan kegiatan sosial maupun waktu bagi diri sendiri untuk bersantai.Bagaimanapun
waktu untuk bersantai diperlukan oleh seorang mahasiswa selain waktu untuk
belajar. Sebagian waktu untuk bersantai tersebut diperlukan untuk mengembalikan
energi yang sudah terpakai untukbelajar dan bekerja. Baik belajar maupun
bekerja membutuhkan energi yang tidak sedikit, terutama untuk berkonsentrasi
dalam mengerjakan sesuatu. Energi yang terpakai untuk berkonsentrasi ini harus
diganti. Jika tidak, maka sangat mungkin sekali seseorang mengalami perasaan
tertekan atau stress. Memperoleh waktu
sama artinya dengan memperoleh semuanya dalam hal percintaan, perdagangan, dan perang.Sampai
anda menghargai diri anda sendiri, anda tidak bisa menghargai waktu yang anda
miliki. Sampai anda menghargai waktu yang anda miliki, anda tidak bisa
menggunakan waktu dengan baik.Dengan kesadaran diri, mari kita mulai beraksi untuk mengabdikan diri demi kemajuan Indonesia, dalam menggapai mimpi-mimpi bersama. Seperti yang mungkin telah saya singgung di atas, saatnya kita memulai dengan membiasakan diri kita untuk mulai bangga dengan Indonesia. Hal tersebut merupakan dasar kita mempunyai mimpi, karena takkan mungkin ada mimpi tanpa ada sesuatu yang merasuk dalam pikiran dan angan kita. Kita dapat memulainya dengan menerapkan prinsip ”Akulah Indonesia, Aku Bangga dengan Indonesia, dan Aku Punya Mimpi tentang Indonesia”. Jika kata-kata tersebut merupakan pedoman kita dalam mengabdi terhadap bangsa dan negara. Cukup dengan mengatakannya dengan penuh perenungan, maka akan mendapatkan kembali rasa kebanggaan untuk bersama mewujudkan mimpi persatuan, kemajuan, dan keberhasilan Indonesia.
Kesimpulan :
Istilah ‘ngaret’ sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Namun kenyataannya hal tersebut tetap merugikan kita semua. Herannya masih ada saja di antara kita yang punya hobby ngaret. Dari berbagai level sosial, ekonomi dan pendidikan, ngaret sudah menjadi sebuah penyakit yang tampak disukai namun juga dibenci,budaya ngaret di indonesia sudah menjadi hal yang wajar bagi setiap orang bahkan cuek,hal ini masih belom hilang dikalangan orang indonesia,kurang nya disiplin terhadap waktu yang sudah menjadi budaya hingga saat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar